Menu

UPSUS PAJALE dan SIWAB

June 17, 2017 | Blog, Pertanian, Produk, Tips Pertanian

Bersama TIM SIWAB Kabupaten Pacitan

Kementerian Pertanian telah menetapkan sebelas arah Kebijakan Pembangunan Pertanian tahun 2015 – 2019 dengan tujuan utama untuk mencapai kemandirian pangan dan berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan. Untuk mendukung tercapainya kemandirian pangan tersebut, telah dilakukan berbagai upaya, antara lain melalui pemberdayaan sumberdaya manusia pertanian pada kawasan sentra produksi sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan peternakan yang meliputi 7 (tujuh) komoditas strategis nasional yaitu : padi, jagung, kedelai, tebu, aneka cabai, bawang, dan daging.
Ketahanan pangan merupakan bagian terpenting dari pemenuhan hak atas pangan sekaligus merupakan salah satu pilar utama hak azasi manusia. Ketahanan pangan juga merupakan bagian sangat penting dari ketahanan nasional.

Kunjungan ke Kelompok Tani

Dalam hal ini hak atas pangan seharusnya mendapat perhatian yang sama besar dengan usaha menegakkan pilar-pilar hak azasi manusia lain. Untuk mewujudkan kondisi ketahanan pangan nasional yang mantap, subsistem ketahanan pangan (ketersediaan, distribusi dan konsumsi) dalam sistem ketahanan pangan diharapkan dapat berfungsi secara sinergis, melalui kerja sama antar komponen yang digerakkan oleh pemerintah dan masyarakat.
Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses (termasuk membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun. Dalam hal inilah, petani memiliki kedudukan strategis dalam ketahanan pangan, dimana petani adalah produsen pangan sekaligus kelompok konsumen pangan terbesar.

Pertemuan Kelompok Tani

Dalam rangka mengawal petani agar meningkat kapasitasnya dalam mengelola usahataninya sehingga memiliki posisi strategis dalam perwujudan ketahanan pangan, maka kegiatan pendampingan tahun 2017 fokus melalui kegiatan-kegiatan:
1. Mendapatkan data potensi produksi di level kelompok tani, produkktivitas, dan mencari data penjualan gabah sampai ke Bulog;
2. Meningkatkan kapasitas pelaku usahatani melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan;
3. Mengawal program pemberdayaan terpadu melalui fasilitasi peningkatan peran kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP);
4. Pendampingan implementasi program peningkatan produksi meliputi: cara budidaya padi, jagung, dan kedelai yang sesuai dengan anjuran program.
5. Mengawal perwujudan penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) di lokasi pendampingan melalui deteksi potensi efisiensi dan efektivitas budidaya;
6. Serta mengawal komoditas strategis lainnya agar terjadi stabilitas ketersediaan.

Pertemuan Kelompok Tani

Dalam implementasi kegiatan tersebut, diperlukan tenaga pendamping yang energik untuk berpartisipasi aktif dalam membantu peningkatan kinerja penyuluh pertanian. Untuk mendukung program peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDM) melalui Pusat Pendidikan Pertanian menyelenggaran Program pendampingan mahasiswa dalam upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai.
STPP Malang sebagai unit organik Kementerian Pertanian dibawah Pusat Pendidikan Pertanian Badan BPPSDMP, memiliki peran strategis dalam program pendampingan program tersebut. Mahasiswa dan dosen sebagai material penting dalam proses belajar mengajar, memiliki media yang sangat penting untuk mengimplementaaasikan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mewujudkan penguatan posisi petani dalam program ketahanan pangan.

Identifikasi Data

Apa itu UPSUS PAJALE dan SIWAB ?? merupakan perwujudan dari program peningkatan pemberdayaan sumberdaya manusia pertanian pada kawasan sentra produksi sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura dan peternakan sehingga tercapainya swasembada pangan. Upsus pajale adalah upaya khusus yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia termasuk Jawa Timur. Di Kabupaten Pacitan, STPP Malang menurunkan mahasiswa sebanyak 13 orang yang ditugaskan pada lima kecamatan yaitu Arjosari, Kebon Agung, Pacitan, Pringkuku dan Punung yang terdiri dari masing-masing 2 – 3 mahasiswa.
Pelaksanaan selama kegiatan dilapangan khususnya untuk wilayah pendampingan kerja Kecamatan Pringkuku berupa penyuluhan pada kelompok-kelompok tani dan juga kelompok-kelompok ternak. Kegiatan yang berkaitan dengan bidang pertanian selama di lapangan adalah penyuluhan serta membantu sosialisasi program pemerintah untuk Kartu Tani, selain itu juga turun ke lapangan untuk mengolah data, mengidentifikasi potensi wilayah, dan mengikuti kegiatan bersama penyuluh dan petani dalam penyuluhan, pembagian benih,dan memberantas hama pada tanaman pangan.

Bekerja Bersama PPL Pertanian

Kegiatan yang berkaitan dengan bidang peternakan selama dilapangan adalah melakukan identifikasi potensi peternakan untuk wilayah kecamatan, mengolah data dan sharing bersama peternak. Untuk kegiatan penunjang SIWAB kami melakukan kegiatan vaksinasi, pemberian ID/Nomer ternak dengan menggunakan ear tag, selain itu juga memeriksa daripada bagian reproduksi ternak-ternak yang mengalami gangguan pada reproduksinya dengan cara memberikan penyuntikan hormon, pemberian obat cacing, dan juga memberikan mineral tambahan untuk mempercepat proses penyuburan pada ternak khususnya sapi yang mengalami gangguan pada sistem reproduksinya.

Mari sharing, belajar bersama di TTP Pacitan. TTP Pacitan, now every people farming!

Related For UPSUS PAJALE dan SIWAB